Cara Membuat BPJS Bayi Baru Lahir

Cara membuat BPJS bayi baru lahir kini lebih mudah dan lebih cepat. Saya akan bercerita berdasarkan pengalaman pribadi pada saat lahirnya anak pertama saya. Penuh rasa syukur dan senang rasanya, bayinya sehat prosesnya lancar.

Untuk informasi visual, bisa simak video berikut ini :

Cerita proses persalinan anak pertama

Awal mula kisah persalinan anak pertama, bermula dari proses periksa kehamilan. Tepat pada usia kandungan 8 bulan, istri saya dirujuk ke RS An-Nisa Tangerang. Pada saat pertama kali periksa di RS, dijadwalkan pemeriksaan ke-2.

Kemudian lanjut proses pemeriksaan ketiga hingga pada saat itu divonis untuk cesar. Dijadwalkan pada tanggal 21 Agustus 2019, nah pada saat itu layanan untuk proses cesar menggunakan layanan bpjs kesehatan. Sedangkan pada saat bayi lahir, layanan bpjs untuk bayi belum tersedia.

Cara Membuat BPJS Bayi Baru Lahir

Sehingga pihak RS, menawarkan bantuan untuk proses pembuatan BPJS bayi baru lahir. Karena saya menggunakan BPJS mandiri, sehingga bisa dibantu proses pembuatannya. Nah syaratnya apa saja yang diperlukan untuk membuat bpjs bayi baru lahir, yaitu :

  1. Foto copy buku rekening
  2. Foto copy KTP kedua orang tua
  3. Foto copy BPJS kedua orang tua
  4. Foto copy kartu keluarga / surat nikah
  5. Foto copy keterangan lahir bayi

Baca juga : Foto KTP untuk Verifikasi Google Adsense

Lalu setelah berkas terkumpul, saya serahkan kepada bagian administrasi. Kalau tidak salah, saya menyerahkan berkas sekitar abis dzuhur. Dan jam 3 sore lebih, saya dipanggil ke bagian administrasi mendapat informasi virtual account bpjs bayi.

Setelah mendapatkan akun virtual, langkah selanjutnya diminta untuk membayar iuran bpjs. Agar akun BPJS bayi baru lahir aktif dan bisa langsung digunakan.

Terus, bagaimana jika bukan BPJS mandiri, akan tetapi menggunakan keikutsertaan BPJS ikut perusahaan?

jawaban :

Untuk syarat berkasnya sama, yang berbeda prosesnya. Yaitu : setelah memiliki berkas lengkap, temen temen bisa ajukan berkas ke kantor BPJS terdekat. Setelah mendapat virtual account, temen temen bisa bayar iuran dan kepesertaannya akan aktif pada saat itu juga.

Untuk nama di kartu akan tertulis nama : BAYI NYONYA ….

Jawaban : Mengapa dan Ada Apa dengan BPJS?

Masih ingatkah dengan artikel saya sebelumnya yang berjudul “Mengapa dan Ada Apa dengan BPJS?“. Waktu itu saya iseng menulis artikel tersebut karena banyaknya keluhan yang di lontarkan oleh teman-teman kerja yang menggunakan layanan BPJS kesehatan. Mereka menjadi anggota pelayanan BPJS akan tetapi pelayannan yang diberikan pihak BPJS tidak memuaskan dalam hal pelayannnya.

Sehingga membuat mereka curhat di sosial media, curhat melalui share antar teman dan sesama anggota pelayanan BJS Kesehatan lainnya. Saat menulis artikel tersebut, saya kirim ke saran BPJS di halaman situs resminya dengan diterima melalui email “[email protected]“. Pada pagi ini, saya mendapatkan email balasan yang isinya sebagai berikut :

Yth. Bapak Rodin Saputra,

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan melalui website BPJS Kesehatan dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Menjawab pertanyaan Bapak, kami menginformasikan penjaminan BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis dokter faskes primer (tidak atas pemintaan sendiri) dan menggunakan tarif yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Selama peserta sesuai hak kelas peserta dan prosedur yang berlaku, maka faskes tidak diperbolehkan meminta iur biaya kembali. Kami menyarankan agar peserta dapat melapor ke petugas MPKP atau unit pengaduan peserta di kantor cabang BPJS Kesehatan sesuai domisili faskes primer untuk diperoleh informasi yang menyeluruh dan dapat ditindaklanjuti.

Informasi lain juga dapat diperoleh dengan menghubungi Pusat Layanan Informasi 24 jam 500400 atau kantor cabang BPJS kesehatan setempat.

Demikian kami menginformasikan, semoga Bapak beserta keluarga selalu dalam keadaan sehat. Terima kasih telah mengunjungi website BPJS Kesehatan.

Salam,

BPJS Kesehatan

Tidak hanya membalas dengan kalimat tersebut, pihak BPJS juga menyertakan informasi mengenai kegunaan kartu kesehatan lainnya sebagai berikut :

Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah tanda kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang komprehensif pada fasilitas kesehatan melalui mekanisme sistem rujukan berjenjang dan atas indikasi medis*.

KIS diterbitkan oleh BPJS Kesehatan untuk seluruh peserta jaminan kesehatan termasuk penerima bantuan iuran (PBI).

Kepesertaan KIS ada 2 kelompok:

  1. Kelompok masyarakat yang wajib mendaftar dan membayar iuran, baik membayar sendiri, ataupun berkontribusi bersama pemberi kerjanya;
  2. Kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu yang didaftarkan oleh pemerintah dan iurannya dibayari oleh pemerintah

*) Kartu lainnya: Kartu Eks Askes, Eks Jamkesmas, KJS, Kartu JKN BPJS Kesehatan, masih tetap berlaku sesuai ketentuan sepanjang belum diganti dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Meskipun responnya terlalu lama, saya pribadi tetep menghargai jawaban dari pihak BPJS. Yah walaupun jawabannya juga tidak memuaskan, silahkan bagi para pembaca juga boleh menilai jawabannya. Saya hanya bisa berdoa, semoga kedepannya BPJS bisa lebih baik lagi dalam hal pelayanannya. Untuk pengguna BPJS yang merasa kurang puas dengan pelayanannya bisa langsung lapor / komplain.

Anda bisa komplain melalui email ataupun call langsung ke nomor yang tersedia. Anda juga bisa langsung mengunjungi website nya langsung, bila perlu langsung saja datang ke kantor cabang terdekat atau pusatnya. Salam sehat buat para keluarga pembaca artikel ini, semoga senantiasa diberikan kesehatan jasmani dan rohani. Karena kesehatan juga termasuk juga dalam rizki Tuhan yang tak lupa untuk disyukuri selalu.