Menanggapi Berita Prostitusi Online

Prostitusi itu apa si?

Prostitusi pengertiannya adalah jualan jasa seksual, banyak sekali macamnya misalkan : jasa seks oral, atau berhubungan badan dengan orang lain yang bukan pasangannya demi mendapatkan uang. Orang yang menjual jasa seks disebut sebagai pekerja seks komersial atau sering dikenal dengan PSK. Di Indonesia, prostistusi sudah ada semenjak penjajahan Belanda. Hal itu dikarenakan untuk memenuhi hasrat para serdadu belanda yang ingin melampiaskan nafsu birahinya. Hingga saat ini menjamur diman-mana, hampir di seluruh kota besar di Indonesia memiliki tempat prostitusi.

Tempat-tempat lokalisasi disediakan oleh pemerintah yang katanya untuk mengatasi ataupun membatasi bisnis prostitusi. Namun apa yang terjadi? dengan adanya lokalisasi tersebut tidak mengatasi prostitusi di masyarakat yang meraja lela dan terus bnerkembang. Tahun ke tahun lokalisasi prostitusi ternyata tidak memberikan dampak untuk membatasi penjajakan seks komersial. Dengan adanya kemajuan dan perkembangan teknologi komunikasi yang ada, prostitusi menjadi tak dibatasi tempat dan waktu.

Dengan adanya sosial media atupun website yang ada di Indonesia, prostitusi bisa dijajakan di media Online seperti sekarang ini. Berita yang terbaru dan lagi hot sekarang adalah : “Prostitusi Online yang katanya melibatkan artis papan atas”. Hal ini menjadi berita populer akan tetapi menjadi memberikan kesan nilai negatif terhadap para pekerja seni. Saya sendiri menjadi prihatin, ini yang salah media yang memberitakan atau hanya salah memberikan pemneritaan dengan embel-embel “artis papan atas”.

Saya disini mencoba untuk menanggapi berita prostitusi online :

Dalam sebuah pemberitaan dalam media elektronik, media online ataupun media cetak . Sebaiknya pemilihan kata perlu diperhatikan karena apabila salah memilih kata akan berdampak buruk bagi yang lain. Apalagi sampai menyebutkan sebuah pekerjaan. Misal : seorang mucikari memnjajakan prostitusi online artis papan atas. Padahal tidak semua artis melakukan hal tersebut meskipun ada sebagian dari mereka. Hal itupun jadi rancu karena penjabaran artis ini sangat luas.

Penyanyi bisa disebut artis, pemain sinetron bisa juga disebut artis bahkan penyanyi  yang manggung dari kampung ke kampung juga disebut artis. Jadi kalau di generalisir menurut saya terlalu menyudutkan dan mengecap buruk suatu pekerjaan yang digeluti oleh orang banyak. Saran saya jika membuat berita lebih baik yang lebih spesifikasi agar tidak meresahkan kalangan artis. Ataupun bisa jadi menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat ataupun anggapan miring tentang artis.

Memang benar kalau jualan berita yang tidak menarik tidaklah laku dan orang mau baca ataupun melihat kurang tertarik. Akan tetapi berita seharusnya memberikan informasi yang lugas, fakta dan bisa dipercaya. Serta mendidik bagi yang membaca, melihat dan mendengar. Berita yang simpang siur dan menimbulkan banyak pertanyaan membuat resah masyarakat apalagi jika ada yang terpojokkan tentu saja tidak mengenakan di posisi itu.

Jangan jadikan berita itu hanya karena semata-mata bisnis yang menghasilkan uang atau pemirsa yang banyak tapi harus juga yang mendidik. Sebagai contoh kemarin sore kompas tv mendatangkan Roro Fitria yang diwawancarai mengenai inisaial “RF” yang dikait-kaitkan dengan namanya. Di media sosial bbm, whatsapp, berkembang bahwa inisial “RF” dikaitkan dengan namanya. Tentu saja ini merugikan nama baiknya, karena pemberitaan prostitusi online dengan tambahan kalimat ” artis papan atas”.

Berikut ini ada cuplikan videonya :

Coba bayangkan jika anda berada pada posisinya, mungkin anda sebagai manusia yang normal akan mencoba memperbaiki nama baiknya yang tercoreng. Hal itu wajar sebagai manusia biasa. Bagi anda yang suka membuat berita baik media cetak, online, maupun elektronik sebaiknya pertimbangkan lagi dalam pemilihan kalimat. Jangan sampai merugikan orang lain ataupun instansi tertentu, buatlah berita yang lugas, fakta, terpercaya dan mendidik bagi pembacanya yang melihat ataupun mendengarnya.

Published by

admin

Perkenalkan Admin Lukulo Media. Nama : Rodin Saputra, kelahiran kota Kebumen yang sedang belajar meniti karir di dunia internet khususnya blog. Lulusan SMK Kejuruan Teknik Pemesinan dari Gombong tahun 2007 ingin beralih profesi menjadi penulis blog. Bertolak belakang memang dengan cita-cita awal sekolah, namun kini menulis menjadi hoby baru untuk admin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *