Kepada siapa kita mengadu?

Suara rakyat kadang sangat didengar oleh para pejabat di pemerintahan tapi kadang juga diabaikan begitu saja bagaikan debu dijalanan. Ini pengalaman pribadi saya sendiri tatkala mendengar banyak keluhan dari masyarakat kebumen pada khususnya dan mungkin juga dialami oleh rakyat di indonesia. Yang mudah saja kemarin kita telah usai melaksanakan pemilihan presiden yang ke 7 secara langsung. Suara kita seolah-olah tak boleh ada yang golput meskipun hanya 1 orang dalam 1 komunitas desa.

Kita bak raja yang didata didatangi oleh para pengurus kpu, disambangi oleh para tim sukses untuk mengajak kita memilih pada salah satu pasangan presiden. Tak henti-hentinya juga kita diingatkan oleh para tokoh adat, tokoh kampung serta media masa dan elektronik untuk tidak golput. Lalu ada satu pertanyaan saya yang mengganjal di hati, seberapa penting suara kita untuk kepentingan dan kemajuan bangsa? Dan sekarrang pilpres telah usai, tinggal menunggu pelantikan sang presiden pilihan rakyat.

Lupakan sejenak mengenai pilpres dan pelantikan presiden, kita kembali lagi ke kehidupan saya pribadi. Sekarang lagi heboh mengenai timnas u19 yang gagal melaju ke babak selanjutnya di AFC U-19. Akan tetapi tidak mau kalah juga, kebumen memiliki berita yang kurang enak juga karena menurut para supporter pendukung PERSAK KEBUMEN (read : tim sepak bola kebanggaan kota kebumen) PSSI kebumen tidak sehat. Kenapa tidak sehat, menurut nara sumber yang saya korek-korek infonya menyatakan pengurusnya tidak aktif katakanlah mati suri.

Meskipun beberapa bulan yang lalu, persak pernah menyempatkan diri bermain di liga nusantara. Namun tidak berbuah manis sama halnya dengan timnas U_19, kalau seperti ini hasilnya siapa yang patut disalahkan ? pemain pelatih atau pengurus PSSI sendiri. Namun apakah dengan saling menyalahkan akan menyelesaikan masalah dan mendapatakan solusi yang terbaik? Ini bukan saja sepak bola kebumen akan tetapi sepak bola nasional yang perlu diperhatikan secara khusus seperti pilpres.

Karena sepakbola adalah olahraga rakyat yang paling murah, dengan adanya 1 team menang ataupun juara, 250 juta penduduk indonesia ikut menjadi juara. Pesan buat bapak presiden terpilih, semoga sepak bola Indonesai lebih diperhatikan lagi. Didik dan binalah mulai dari kampung, buatlah liga yang bisa dirasakan oleh pemain-pemain amatir kita. Karena dari sanalah atlit sepak bola indonesia lahir.

lmsport

Published by

admin

Perkenalkan Admin Lukulo Media. Nama : Rodin Saputra, kelahiran kota Kebumen yang sedang belajar meniti karir di dunia internet khususnya blog. Lulusan SMK Kejuruan Teknik Pemesinan dari Gombong tahun 2007 ingin beralih profesi menjadi penulis blog. Bertolak belakang memang dengan cita-cita awal sekolah, namun kini menulis menjadi hoby baru untuk admin.

One thought on “Kepada siapa kita mengadu?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *