Life is a Competition

pembuahan
sumber gambar : us.images.detik.com

Apakah anda pernah menyerah dalam sebuah ajang kompetisi atau menyerah sebelum berlangsungnya kompetisi? Jika jawabannya pernah, hal itu sangat disayangkan dan jangan sampai diulangi kembali di kompetisi-kompetisi berikutnya. Karena pada dasarnya kita sudah mulai berkompetisi semenjak sel sperma membuahi sel telur. Ribuan bahkan jutaan atau bahkan mungkin milyaran sel sperma berkompetisi cepet-cepetan untuk membuahi sel telur menjadi janin. Akhirnya cuma ada satu sel sperma yang berhasil memenangkan kompetisi tersebut, setelah sembilan bulan lamanya terlahirlah manusia.

Hal itu harus diketahui oleh kita semua untuk tetap semangat menghadapi setiap kompetisi dalam kehidupan nyata. Untuk membuktikan hidup adalah kompetisi, mari kupas satu persatu mulai dari lahir hingga umur produktif (bekerja) sebagai batasannya. Bila tidak ada batasan, penjabarannya tidak cukup satu halaman artikel ini. Mari kita simak bersama-sama.

Saat usia balita :

Pernahkan anda berebut mainan dengan teman bermain anda saat usia balita atau anak-anak? Jika tidak mendapatkan mainannya maka akan menangis. Atau jika mampu merebut satu alat permainan, temennya tidak boleh meminjamnya.

Saat usia sekolah (sd, smp, sma) :

Selama enam tahun lamanya mengenyam pendidikan di sekolah dasar tentunya ada penilaian dari guru untuk mengetahui perkembangan pembelajaran siswa. Untuk mengetahui layak atau tidaknya siswa melanjutkan ke kelas berikutnya. Maka diadakanlah ujian, ulangan harian, ujian mid semester, ujian semester 1 dan ujian semester 2. Agar siswa lebih semangat belajar maka diadakalah ranking kelas dari hasil ujian. Hal semacam itu bisa disebut sebagai kompetisi untuk mendapatkan nilai yang bagus dan mendapatkan ranking 1.

Setelah lulus sd, kita pun harus bersaing dengan siswa lainnya agar bisa masuk ke sekolah menengah pertama favorit. Begitu juga setelah lulus smp, harus bersaing kembali agar bisa mnasuk sma favorit.

Saat usia produktif (kuliah atau bekerja)  :

Setelah lulus sma, anda sudah mulai menentukan pilihan berat karena usia ini tergolong dalam kategori usia produktif. Jika ingin kuliah, mau tidak mau harus bersaing dengan calon mahasiswa lainnya agar bisa masuk ke universitas favorit anda. Jika anda memutuskan untuk bekerja pun harus bersaing dengan ribuan bahkan jutaan lulusan sma lainnya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan dapat menghidupi diri sendiri. Lebih bagus lagi mampu berbagi dengan orang tua dan dapat membahagiakannya.

Saat anda bekerja, kompetisi pun akan berlangsung secara terus menerus. Anda tak boleh gentar untuk menghadapinya, anda harus menunjukkan kinerja terbaik anda kepada perusahaan atau bos dimana anda bekerja. Apabila anda memutuskan berwirausaha, ribuan kompetitor sudah ada di depan anda untuk menemani berkompetisi atau melakukan persaingan bisnis.

Mungkin itu saja gambaran dari saya, jika ada saran dan kritik silakan, apabila ingin menambahkan pun dipersilakan.

Published by

admin

Perkenalkan Admin Lukulo Media. Nama : Rodin Saputra, kelahiran kota Kebumen yang sedang belajar meniti karir di dunia internet khususnya blog. Lulusan SMK Kejuruan Teknik Pemesinan dari Gombong tahun 2007 ingin beralih profesi menjadi penulis blog. Bertolak belakang memang dengan cita-cita awal sekolah, namun kini menulis menjadi hoby baru untuk admin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *